Review ASUS Zenfone Max Pro M2, Smartphone 6,3 In

Huawei Y7 Pro Huawei Y7 Pro 2019 Price In Nepal

ASUS memperbaharui smartphone andalannya dikelas menengah melalui ZenFone Max Pro M2. Secara bentuk ZenFone Max Pro M2 tidak jauh berbeda dengan generasi pendahulunya. Beberap komposisi komponen masih ditempatkan pada posisi yang sama. Namun kini Asus membuat Max Pro M2 dengan desain yang lebih kekinian. Perbedaan yang paling kentara ada pada bagian belakang.

huawei y7 pro 2019 specs priceMemiliki desain baru yang lebih memukau dengan menampilkan panel belakang melengkung 3D yang terbuat dari akrilik mengkilap dan dilapisi dengnan tampilan tekstur gelombang.Asus menyebut bodi smartphone ini sebagai Dynamic Optical Finish dengan mengusung konsep 16 layers Wave Finish Design.

καΠύÏ?ερη Ï?ιμΠγια Ï?ο Huawei Y7 Pro 2018Perbedaan lain yang cukup kelihatan adalah pada layarnya. Untuk memberikan rasa puas dalam bermain game, smartphone ini mengusung layar luas, dengan ukuran 6,3 inci. Ditambah lagi layar ini berdesain All Screen dimana memiliki ukuran 90% screen to body ratio. Ini bisa terlihat dari layarnya yang mendominasi sisi depan dan hanya menyisakan sedikit bezel.

ASUS ZenFone Max Pro sudah didukung dengan prosesor yang lebih cepat dari pendahulunya Max Pro M1. Kini M2 didukung dengan Snapdragon 660 SoC yang memiliki kinerja 11% lebih cepat dan 33% lebih cepat daripada yang sudah cepat Snapdragon 636 dari model yang lebih tua.

Apalagi secara sistem opetasi ZenFone Max Pro M2 masih menjalankan sistem operasi Android murni, seperti pada M1. Ini membuat Zenfone Max Pro M2 menjadi cepat dan sederhana.

Salah satu faktor lain yang turut memberi andil pada performa kencang Asus Zenfone Max Pro M2 yaitu sistem operasinya. Smartphone ini mengadopsi sistem operasi Stock Android 8.1 yang berbeda dari OS Android biasa. Bedanya yaitu memiliki kinerja lebih cepat dan lebih pintar. Asus pun menjanjikan pada Januari 2019 OS Android 8.1 di Asus Zenfone Max Pro M2 sudah bisa di-upgrade ke OS Android Pie.

Kapasitas baterai ini memberikan masa pakai baterai yang luar biasa termasuk waktu siaga 4G hingga 35 hari, waktu bicara 3G 45 jam, waktu penelusuran Wi-Fi 23 jam, dan pemutaran musik 8 hari.

ASUS juga masih memasang fitur Face unlock pada ZenFone Max Pro. Face Unlock di menjadi lapisan keamanan tambahan. Setelah terdaftar, pemilik dapat membuka kunci ponsel dengan cepat dengan membangunkan telepon ke layar kunci dan melihat ke kamera.

ZenFone Max Pro juga memiliki sensor sidik jari pada bagian belekang. Sensor ini dapat digunakan untuk membuka kunci ponsel dengan cepat dalam 0,3 detik. Sensor sidik jari ini juga dapat digunakan untuk otentikasi oleh aplikasi lain.

Smartphone ini memungkinkan hingga lima sidik jari untuk didaftarkan, dan bahkan berfungsi saat jari basah. Sensor sidik jari dapat digunakan untuk membuka menu pengaturan dengan menggesek dan juga dapat dikonfigurasi untuk memungkinkan sidik jari menjawab panggilan, memanggil kontak tertentu atau digunakan untuk fungsi lain seperti memotret foto.

Seperti pada seri sebelumnya, sistem kamera masih dipertahankan bahkan leih baik dari pendahulunya. Dengan Kamera AI baru, fitur kamera di smartphone ini memiliki kemampuan pada low light yang lebih baik

Sistem kamera telah ditingkatkan dengan penggunaan sensor Sony IMX486 yang memiliki lebih besar dari rata-rata, 1,25μm piksel dan apertur F1.8 yang lebih besar. ZenFone Max Pro M1 juga memiliki 1.9 kali lebih besar sensitivitas cahaya daripada M1, dan memungkinkannya untuk mengambil bahkan cahaya yang lebih terang dan jernih.

ZenFone Max Pro M2 didukung dengan AI Scene Detection. Menggunakan algoritma khusus sehinga smartphone mampu mendeteksi adegan atau subjek pemotretan pengguna menerapkan pengaturan ideal yang akan memberikan hasil terbaik.

Didukung oleh Mesin AI Snapdragon 660, model data AI kamera dapat mendeteksi hingga 13 adegan dan subjek yang berbeda. Hasil foto dari kamera ASUS Zenfone Max Pro M2 sudah jauh lebih baik dari pendahulunya Max Pro M1 tidak hanya untuk kamera utama, tetapi juga untuk kamera selfienya.

You May Also Like

About the Author: Patrick Carroll